Tiga pria menyamar sebagai polisi di Jepang , Dan merampok uang milik dua negara China .
Peristiwanya berawal ketika seorang warga china dan seorang pelajar asing baru saja keluar dari toko , untuk menjual emas batangan sebesar 46 kilogram dengan uang tunai sebesar 190 juta yen atau setara 22,7 miliar .
Mendadak kedua orang ini dedekati tiga lelaki berpakaian biru , pakaian resmi kepolisian jepang .
Ketiganya meminta kedua orang itu menunjukkan paspornya . mereka menurutinya , namun seorang dari tiga orang itu mengambil tas milik warga china itu , warga china itu kemudian melaporkan ke polisi yang sedang berjaga di Taito Ward , kawasan turis terkenal , Pukul 11 siang . Aparat kemudian melacak ketiga tersangka itu lewat kamera CCTV .
Penyeludupan emas menjadi lingkaran bisnis kriminal yang menarik perhatian aparat polisi jepang . Sehingga pelapor akan di periksa tentang asal emas batang itu dan bagaimana caranya bisa masuk ke jepang .
Bisnis jual beli emas menjadi bisnis yang menarik di jepang setelah pemerintahan menaikkan pajak pembelian barang dari 5 persen menjadi 8 persen pada april 2014m bahkan pajak akan di tingkatkan menjadi 10 persen tahun 2018 .
Sementara di hongkong , sama sekali tidak ada pajak untuk bisnis jual beli emas , jadi wajar , jika harga emas jauh lebih murah di Hong kong dari pada negara manapun di ASIA dan menjualnya dalam pasar gelap di jepang resmi demi menghindari pajak .
Jepang semakin tak aman beberapa bulan terakhir . pada april lalu , tiga pria merampok seorang pengusaha perdangangan emas di siang hari , di kota Fukuoka . Jumlah uang di rampok mencapai 364 juta yen . ketiga perampok menyemprotkan cairan gas air ke wajah pengusaha yang baru saja keluar dari bank dan menyimpan uang itu dalam tas tangannya .

No comments:
Post a Comment